Tuesday, 7 August 2012

KEPENTINGAN DOA

Berdoa merupakan satu ibadah yang dapat menghubungkan hati dan fikiran seorang hamba dengan Tuhannya.  Setiap kali kita berdoa, kita akan menumpukan sepenuh perhatian memohon pertolongan Allah dengan penuh rasa rendah diri.  Orang yang berdoa namun di dalam dirinya masih ada sifat-sifat angkuh dan bangga diri, maknanya dia belum lagi menjadi mukmin yang sejati. 


 Allah swt tidak suka kepada hamba-Nya yang tidak pernah memohon doa kepada-Nya.  Firman Allah di dalam surah al-A'raf ayat 55-56 yang bermaksud:-

"Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan perlahan-lahan.  Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batasan.  Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi sesudah Allah menyediakan kebaikan kepadanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan perasaan bimbang dan penuh pengharapan.  Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang yang berbuat baik."

Dan orang yang sentiasa berdoa kepada Allah amat dikasihi olehNya, sebaliknya Allah membenci orang yang tidak mahu berdoa kepadaNya. 

"Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah maka Allah murka kepadanya" (HR Tirmizi)

Tetapi timbul pula pertanyaan, kita sering berdoa tetapi kenapa doa kita tidak dimakbul Allah SWT?

Seorang sahabat Saad Abi Waqas pernah meminta Rasulullah SAW agar memberinya panduan untuk mendapat doa yang makbul. Menurut Ibnu Abbas r.a, Rasulullah SAW bersabda:

Wahai Sa'ad, makanlah makanan baik (lagi halal), tentu engkau menjadi orang yang makbul doanya. Sesungguhnya seorang yang pernah memasukkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak dikabulkan doanya selama 40 hari.
“Sesiapa saja yang dagingnya tumbuh daripada makanan haram maka neraka layak untuknya”. (Riwayat Thabrani)


Ada juga doa kita yang Allah tangguhkan waktu makbulnya atas sebab-sebab yang hanya Dia sahaja yang mengetahuinya.

"Tidak ada seorang Muslim yang mengadap wajahnya kepada Allah untuk berdoa melainkan Allah memenuhi nya, kadangkala disegerakan dan kadangkala diperlambatkan."  (Hadis riwayat Ahmad dan Hakim)


Doa adalah senjata bagi orang-orang mukmin.

"Ingatlah; Inginkah kamu semua aku tunjukkan sesuatu yang dapat menyelamatkan kamu dari musuh-musuh dan memudahkan rezeki?  maka berdoalah kamu semua kepada Allah di waktu malam dan waktu siang.  sesungguhnya doa itu adalah senjata bagi orang mukmin."  (hadis riwayat Abu Ya'la)

Terdapat tiga golongan yang doa mereka amat diterima oleh Allah bersandarkan kepada sebuah hadis Qudsi yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra bahawa Rasulullah SAW bersabda:

 “Tiga golongan yang tidak pernah ditolak doa mereka iaitu pertama, doa orang yang berpuasa; kedua, doa pemerintah yang adil; dan ketiga, doa orang yang dizalimi, di mana doa mereka terbuka luas dan Allah memberi jaminan doa mereka pasti dipenuhi”. (Riwayat Tirmizi)

Adalah menjadi tanggungjawab kita umat Islam sekalian supaya berhati-hati tatkala berdoa. Sesungguhnya doa orang yang dizalimi dan teraniaya adalah mustajab. Apalagi kalau mereka itu orang lemah, tiada kuasa dan orang tua. Semakin lemah mereka, maka semakin besar dan cepat pula pertolongan Allah datang membantu.

Dengan sikap berhati-hati ketika berdoa, insya-Allah kehidupan kita terjauh daripada melakukan pelbagai bentuk kezaliman, pembohongan, ketidakadilan, fitnah-menfitnah dan penganiayaan dalam keluarga dan masyaraka.

Marilah kita sama-sama memperbanyakkan doa kita terutamanya di bulan Ramadan yang penuh barakah ini.  Pohonlah keampunan daripada Allah di atas segala dosa dan maksiat yang kita telah lakukan, semoga Allah menerima taubat kita.  Allah SWT telah berfirman di dalam surah al-Fussilat, ayat 46 yang bermaksud:-

 “Sesiapa yang mengerjakan amal salih, maka faedahnya terpulang kepada dirinya sendiri dan sesiapa berbuat kejahatan maka bahayanya akan menimpa dirinya sendiri; dan Tuhanmu tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hamba-hamba-Nya."

No comments:

Post a Comment